Cara beternak ayam PETELUR
Ternak ayam, november 14.2017
Telur ayam menjadi komoditas yang paling laku di pasaran. Telur ayam menjadi salah satu sumber protein dengan kandungan protein yang cukup tinggi. Bahan makanan ini baik dikonsumsi setiap hari. Memasak telur ayam juga sangat praktis, tinggal digoreng atau direbus saja, telur sudah bisa dimakan. Selain dikonsumsi sebagai lauk atau pendamping makanan, telur ayam juga menjadi bahan utama untuk membuat kue.
Tingginya permintaan telur ayam bisa dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis. Beternak ayam petelur menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek yang cerah. Apakah Anda sedang berencana untuk memulai bisnis ini? Jika iya, simak ulasan menarik mengenai tips mudah usaha ternak ayam petelur berikut ini.
Tips Ternak Ayam Petelur
Untuk siapa pun yang ingin memulai usaha ternak ayam petelur, Anda harus mempelajari bagaimana ilmu beternak ayam. Karakteristik ayam petelur, ayam daging, ataupun ayam bangkok tentu berbeda. Karakteristik yang berbeda membuat perawatannya juga berbeda. Hal-hal semacam ini perlu diperhatikan sebelum memulai untuk beternak ayam petelur.
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan setelah memutuskan untuk memulai usaha ternak ayam ini. Hal yang pertama adalah terkait dengan lokasi kandang ayam. Kedua, pemilihan bibit ayam petelur yang unggul agar dapat menghasilkan telur yang melimpah setiap harinya. Pemilihan bibit ini amat sangat penting dalam usaha budidaya ayam petelur.
1. Pemilihan Lokasi Kandang Ayam
Hal pertama yang akan dibahas terkait ternak ayam petelur adalah tentang pemilihan lokasi untuk kandang ayam petelur. Untuk memilih lokasi kandang ayam, sebaiknya tidak di tengah-tengah perkampungan warga. Bagaimanapun, pada umumnya kandang ayam ternak menghasilkan bau yang cukup menyengat.
Bau ini berasal dari kotoran ayam maupun dari ayam itu sendiri. Jika lokasi kandang berada dekat dengan perkampungan warga, siap-siap saja Anda menerima protes dari tetangga-tetangga Anda. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah lokasi kandang ayam yang agak jauh dari perkampungan warna.
Selain karena baunya yang menyengat, alasan lain mengapa harus memilih lokasi kandang yang jauh dari permukiman warga adalah karena karakteristik ayam petelur yang mudah sekali stress. Pada umumnya, ayam petelur sangat sensitif dengan suara keributan.
Ayam petelur lebih mudah kaget dan stress. Ketika stress, produksi telurnya pun akan menurun. Oleh karena itu, sekali lagi ditekankan di sini bahwa Anda sebaiknya memilih lokasi kandang ayam yang jauh dari permukiman.
2. Pilih Bibit Ayam yang Berkualitas
Setelah mendapatkan lokasi kandang ayam yang strategis, selanjutnya Anda akan beralih memikirkan bibit ayam petelur. Untuk mempermudah pemula dalam memilih bibit ayam petelur, ada dua jenis ayam petelur yang dibudidayakan oleh peternak ayam, yaitu ayam medium dan ayam lehorn.
Ayam medium merupakan salah satu jenis ayam petelur yang memiliki warna bulu coklat, dengan tubuh yang sangat gemuk. Sementara ayam lehorn adalah ayam yang memiliki warna bulu putih dengan badan yang sedikit lebih kurus dibandingkan dengan ayam medium.
Mana yang lebih baik di antara ayam medium dengan ayam lehorn? Untuk daya tahan hidup ayamnya, ayam jenis medium lebih bandel dan mampu memproduksi telur ayam lebih banyak.
Hal ini dikarenakan badannya yang lebih gemuk dibandingkan ayam horn. Ayam medium tidak mudah stres, sedangkan ayam lehorn sangat rentan stress akibat suara keributan. Sementara jika dilihat dari kualitas telurnya, ayam lehorn memiliki telur yang lebih berkualitas.
Apa pun jenis ayam yang Anda pilih untuk ternak ayam petelur, pastikan Anda memilih bibit ayam petelur yang sehat dan tidak ada cacat fisik apa pun. Lalu, jika Anda memilih memelihara bibit ayam petelur dari kecil, pastikan perkembangan dan pertumbuhan ayam normal. Rawat bibit-bibit ayam petelur ini agar tidak mudah terserang penyakit.
Pada awalnya, ternak ayam petelur memang tidak mudah. Anda harus telaten mengurus puluhan ayam yang Anda miliki sampai keseluruhan menghasilkan telur. Anda harus memastikan makanan yang dikonsumsi ayam memiliki gizi yang baik supaya ayam bisa tetap sehat dan menghasilkan banyak telur.
3. Perhatikan sekali kebersihan kandang
Setelah usaha ternak ayam petelur sudah mulai berkembang, selanjutnya Anda perlu melakukan usaha perawatan ayam. Kebersihan kandang menjadi faktor utama dalam bisnis ternak ayam.
Kandang yang bersih akan membuat telur dapat berkembang biak dengan baik. Bagaimana mungkin ayam bisa bertelur dengan tenang saat kandangnya saja berantakan dan kotor? Untuk itu, selalu bersihkan kandang ayam tiap pagi atau sore hari.
Kebersihan kandang juga sangat mempengaruhi kesehatan ayam. Kandang yang lebih kotor akan berpotensi mendatangkan banyak penyakit. Untuk memastikan kebersihan kandang, Anda tidak hanya perlu membersihkan kotoran ayamnya saja. Pastikan juga wadah pakan dalam keadaan bersih. Dengan begitu, ayam-ayam akan berkembang dengan baik tanpa masalah.
4. Pilih pakan ayam yang sehat
Selain kebersihan kandang, usaha merawat ayam petelur juga dilakukan dengan selalu memberikan pakan yang baik. Untuk dapat menghasilkan telur yang berkualitas dalam jumlah yang banyak, ayam petelur membutuhkan pakan yang baik.
Pilihan pakan untuk ternak ayam petelur di antaranya adalah sentrat, jagung yang sudah digiling, atau tepung ikan. Variasi pakan perlu dilakukan agar nutrisi yang dibuthukan ayam petelur bisa terpenuhi semuanya.
Untuk pemberian pakannya, setiap harinya ayam petelur harus diberikan makanan dengan intensitas tiga kali sehari. Selain pakan, jangan lupa untuk memberikan minum juga. Untuk masalah pakan ini, orang yang memutuskan ternak ayam petelur juga harus mengetahui porsi makan ayam yang pas. Pakan yang diberikan tidak boleh kurang atau berlebihan.
Hal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini adalah niat yang kuat dan sikap telaten merawat puluhan ayam. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.
Jangan lupa download apk nya disini!!!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar